Dzikir


Dzikir

//

Hening

bening

senyap menggigil sukma

tetes embun merasuk relung hati berpalung

gema dzikir cumbui malam hingga fajar

rindui menyahdu seduhi kelam

Sang Maha Besar  Pengasih Penyayang

luruhku dikeluh tak habis

luruhku dicinta tak usai

luruhku ditangis tak henti


:: 16 Juni 2010

2 responses

  1. Bguz thu puisix,

  2. salam teh Rini….puisi na sae pisantambih-tambih kanggo abdi ngaji diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: